DIDIKTE

DIDIKTE

Subagio S. Waluyo ”Ya, apa saja bisa diproyekkan. Tidak hanya pembangunan jembatan atau infrastruktur lain, tapi juga pengadaan kotak pemilu, pembagian sembako untuk orang miskin, pengadaan bacaan untuk anak sekolah, program transmigrasi, program penanggulangan bencana alam. Bahkan Sidang Umum MPR dan penyusunan undang-undang bisa mereka jadikan proyek yang mendatangkan duit. Orang-orang proyek rakus dan licin,  dan mereka ada di mana-mana.” […]

MEMBUNUH HARIMAU DALAM DIRI SENDIRI

MEMBUNUH HARIMAU DALAM DIRI SENDIRI

Subagio S. Waluyo   Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada. Salahlah bagi orang memencilkan diri, dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain … besar kecil kezaliman, atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang. Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia, […]

BERAGAM WAJAH

BERAGAM WAJAH

Subagio S. Waluyo PANGGUNG SANDIWARA                               Taufik Ismail Dunia ini panggung sandiwara Ceritanya mudah berubah Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani Setiap kita dapat satu peranan Yang harus kita mainkan Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura Mengapa kita bersandiwara? Mengapa kita bersandiwara? Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang Dunia ini penuh peranan Dunia […]

PANGGUNG ORANG-ORANG YANG TERALIENASI

PANGGUNG ORANG-ORANG YANG TERALIENASI

Subagio S. Waluyo Orang mengenal Sutardji Calzoum Bachri (SCB) sebagai penulis puisi mantra. Konon kabarnya SCB memang pada tahun 1973 pernah menulis manifesto dalam “Kredo Puisi” yang diterbitkan di majalah satra Horison (Desember 1974) bahwa penciptaan puisi pada dasarnya pembebasan kata-kata yang berarti mengembalikan kata pada mulanya, yaitu mantra (https: //id.wikipedia.org/wiki/Sutardji_Calzoum_Bachri). Jadi, dengan manifesto itu,  tidak aneh kalau puisi SCB […]

KITA ORANG SUSAH

KITA ORANG SUSAH

Subagio S. Waluyo DI BAWAH SELIMUT KEDAMAIAN PALSU          Wiji Thukul apa gunanya ilmu kalau hanya untuk mengibuli apa guna baca buku kalau mulut kau bungkam melulu di mana-mana moncong senjata berdiri gagah kongkalikong dengan kaum cukong di desa-desa rakyat dipaksa menjual tanah tapi, tapi, tapi, tapi dengan harga murah apa guna baca buku kalau mulut kau bungkam melulu (https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/158831-puisi-wiji-thukul)

AFILIASI–PARTISIPASI–KONTRIBUSI

AFILIASI–PARTISIPASI–KONTRIBUSI

Subagio S. Waluyo Dunia sekarang ini sedang menderita. Wajahnya begitu pucat dan suram. Manusia kontemporer tengah terjerat dalam jejaring pelik problem global yang diciptakannya sendiri. Planet bumi terjerembab dalam krisis ekologi, milyaran penduduknya tercekik kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, dan tata pemerintahannya terjebak dalam keculasan politik yang menciptakan ruang bagi berkecambahnya politisi-politisi petualang yang tak bertanggungjawab ( Hans Kung, 1997)

WhatsApp chat