KUMPULAN CERPEN SORI SIREGAR

Subagio S.Waluyo (ed.) Akhir Perjalanan Gozo Yoshimasu Apalah Nama Dubuque Fibriliana Fordesia Foto Jembatan yang Tak Kenal Kata Kembali Kimpul Maaf Menjelang Bebas Mercusuar Migel Muammar Memilih Jalan Sendiri Nanaimo, Yang Jauh di Sana Pasien Pilihan Sastri Handayani Selarik Sajak di Warkat Pos Senjata Syukuran  

DIPAKSA MENGAKU

Subagio S.Waluyo “Hei, kamu belum menjawab pertanyaan saya?” “Ss… saya musti jawab apa, Pak?”  laki-­laki   itu terisak. Hatinya tertusuk, nuraninya tersayat, harga dirinya terkoyak. “Jawab! Gitu aja, nangis. Cengeng!” “Bapak keterlaluan… Untuk apa, nanya­-nanya kayak gini. Bapak tahu, ini kan konyol, Pak. Kalau bapak mau tembak saya, tembak saja. Ini… tembak saja, Pak.”  

ANTOLOGI CERPEN KORAN JAWA POS

Subagio S. Waluyo (ed.) Arafat Nur-Tangisan Sedu Sedan di Antara Siaran Iklan Radio Artie Ahmad-Pendurhaka Benny Arnas-Dammahum Jadi Mercusuar Benny Arnas-Parang Patah Budi Darma-Pokrol Bambu Martoyo Darmawati Majid-Cinta yang Bergunung Dwi Cipta-Larasati Edi Ah Iyubenu-Siapa Empat Lelaki di Kebun Kurma Itu? Farizal Sikumbang-Abang Tentara Felix Nesi-Menulis Wajah Rinus Hilmi Faiq-Seorang Ayah yang Mencemaskan Mimpinya Indrian Koto-Permainan yang Tak Selalu Aku Menangkan […]

ANTOLOGI CERPEN KORAN TEMPO-3

Subagio S. Waluyo (ed.)   Ramayda Akmal-Peniup Harmonika Ranang Aji SP-Catatan Seorang Veteran Raudal Tanjung Banua- Pengkhianatan Seorang Kuncen Reinard L. Meo-Nikolaus Pu`u Pau Reinard L. Meo-Pastor Benediktus Rosyid H. Dimas-Haedes Sasti Gotama-Laut Tak Meminjam, Ia Mencuri Seno Gumira Ajidarma-Percakapan di Ruang Tunggu Silvester Petara Hurit-Ama Nara Soe Tjen Marching-Bisnis Keluarga Sori Siregar-Jembatan yang Tak Kenal Kata Kembali Sori Siregar-Migel Sori […]

ANTOLOGI CERPEN KORAN TEMPO-2

Subagio S. Waluyo F. Ilham Satrio-Boston Ketika Ponsel Berdering Faris Al Faisal-Boneka Salju Fransiska Eka-Eva dalam Dua Cerita Berbeda Gunawan Maryanto-Titik Nol Gus tf Sakai-Kakek Taman Kanak-Kanak Gus tf Sakai-Ketam Batu Han Gagas- Wassenaar dalam Hujan Kenangan Han Gagas-Sepasang Mata Gagak di Yerusalem Haryo Pamungkas-Kota Mayat Ida Fitri-Kejadian-Kejadian di Meja Operasi Ida Fitri-Kitab Tipu Muslihat Ida Fitri-Mahar Empat Puluh Tujuh […]

ANTOLOGI CERPEN KORAN TEMPO-1

Subagio S.Waluyo (ed.) A. Warits Rovi- Kippenwaterzoi dan Seorang Penulis Muda Adam Yudhistira-Hellena dan Teror Sesosok Hantu Adam Yudhistira-Sepucuk Revolver di Bawah Pohon Mapel Anton Kurnia-Pencegahan Bunuh Diri Anton Kurnia-Tiga Kisah Ganjil yang Sungguh Terjadi Arianto Adipurwanto-Ayah Memandangku Sambil Mengacungkan Parang Artie Muhammad-Amuk  Artie Muhammad-Namaku (Bukan) Tamae  B.B Soegiono-Adam Willy dan Sebuah Luka di Tubuh Keluarganya Badrul Munir Chair-Upacara Tabur Bunga […]

ANTOLOGI CERPEN KORAN REPUBLIKA

Subagio S.Waluyo (ed.) A. Makmur Makka-Suara Muazin dari Menara Abdul Rahim-Benih Padi Terakhir AJ Hara-Mimpi Seorang Istri AJ Hara-Pulang  Akmal Nasery Basral-Putik Safron di Sayap Izrail Alfa Anisa-Lelaki Tua yang Takzim ke Mbah Yai Aksin Taksin Embe-Malam Minggu yang Sia-Sia AM Lilik Agung-Tentang Amira Dian Nangin-Angin Berkabar Hujan Edy Firmansyah-Perburuan Celurit Api Eko Darmoko-Setan Kecil di Telingaku Gol A Gong-Jasmine […]

Mengapresiasi Kemanusiaan dan Kebudayaan

Subagio S. Waluyo Perempuan tua itu mendongakkan wajah begitu mendengar desingan tajam di atas ubun-ubunnya. Di langit petang yang temaram, ia melihat lampu kuning, hijau, dan merah mengerjap-ngerjap pada ujung-ujung sayap pesawat terbang. Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian […]

WhatsApp chat