BERKISAH TENTANG MENGKRANGKENG NAFSU

BERKISAH TENTANG MENGKRANGKENG NAFSU

Subagio S. Waluyo Hambali kerap melamun berkepanjangan. Sendirian di beranda rumah. Terperanjat jika teringat ibu kandungnya yang pernah dilukai hatinya. Kaget jika terbayang wajah-wajah adik mendiang Amih Dinah yang keruh merasa tak mendapat ketidakadilan. Terlintas masa sebelumnya, menjalani hidup yang anti berbagi pada sesama. Kepala Hambali pusing lalu berputar-putar. Bibirnya perlahan bergerak-gerak. Tersenyum. Lalu tertawa terbahak-bahak melihat dua cicak yang […]

BERKISAH TENTANG “MEOK”

BERKISAH TENTANG “MEOK”

Subagio S. Waluyo Sedari kecil terlalu dimanjakan orangtua, diberi berbagai fasilitas atau kemudahan sehingga merasa selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa mempedulikan neraca kebutuhan, dan faktor lainnya. Kehadiran ‘influencer’ di media sosial sangat mempengaruhi rasa kecemburuan untuk memiliki benda-benda mewah yang sebenarnya tidak sanggup untuk didapatkan sehingga memaksakan segala cara meskipun harus berutang. Pergaulan atau bergaul dengan orang-orang yang memiliki […]

KEIMANAN YANG MEMENUHI KALBU

KEIMANAN YANG MEMENUHI KALBU

Subagio S. Waluyo Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan (muhsin) (Surat Ali Imran: 133—134) Orang yang kuat bukanlah orang […]

KUNCI YANG PATAH

KUNCI YANG PATAH

Subagio S. Waluyo Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (Surat Thoha:82)  Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh,  maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang. (Surat Al-Furqon:70) Dan (juga) orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau […]

TERTIPU MITOS (2)

TERTIPU MITOS (2)

Subagio S. Waluyo Orang tua itu mendengar apa yang dibicarakan anak dan menantunya. Dia melihat ke depan, ke arah yang dikatakan anak dan menantunya. Tampak olehnya Polisi Patung di bawah guyuran hujan lebat dalam posisi memberi hormat kepada mereka. Mobil pun berjalan karena lampu telah hijau. Dari jendela orang tua itu melihat ke luar. Dia perhatikan patung polisi itu dalam […]

TERTIPU MITOS (1)

TERTIPU MITOS (1)

Subagio S. Waluyo  Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (Surat Bani Israil: 36) Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda […]

HILANGNYA MUTIARA KEINGINAN

HILANGNYA MUTIARA KEINGINAN

Subagio S. Waluyo Uwak Bandi kehabisan tenaga, kehilangan doa. Tubuhnya dilumpuhkan air pasang. Kepalanya terdongak ke langit. Ei, mengapa dalam gontai kuyup pandangan, ia menyaksikan Haji Sazali melayang ke pekarangan langit, menuju bulan? Haji Sazali tersenyum sambil melambaikan tangan, semacam kibas ajakan. Uwak Bandi ingin menyahut lambaian itu. Tapi, bentang tangannya tengah berjuang menjadi benteng. Air menyandera Uwak Bandi. Bahkan, […]

ORANG MISKIN DILARANG BLA…BLA…BLA….

ORANG MISKIN DILARANG BLA…BLA…BLA….

Subagio S. Waluyo “Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya? Karena kehabisan minyak dan energi. Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli. Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk belajar matematika. Ia menangis tanpa suara: butiran bensin meleleh dari kelopak matanya. Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah. Ibunya terbaring sakit di rumah. Malu pada guru dan teman-temannya, […]

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (7)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (7)

Subagio S. Waluyo Negara ini negara Satu Nusa Satu Bangsa,bukan negara satu keluarga satu kaya lalu yang lain merana.Negara ini negara Pancasila,bukan negara asusila yang melecehkan negara.Negara ini negara hukum,bukan negara umum bagi yang biasa lalu menjadi khusus bagi penguasa.Negara ini negara hak asasi manusia,bukan negara hak menguasai manusia.Negara ini negara demokratis,bukan negara atheis lalu krisis romantis. (https://www.kompasiana.com/ilmaj/5d3d207e097f364b774db1f2/negara-ini)

WhatsApp chat