SEMRAWUT

SEMRAWUT

Subagio  S. Waluyo “Kau tahu apa yang aneh Ko. Terkadang ketidakteraturan masyarakat Indonesialah yang membuat aku rindu. Di tengah kesemrawutan kita tersisip basa-basi dan candaan. Di tengah kemiskinan dan kesusahan, ada rasa tolong-menolong dan bekerja sama,” ucapnya sambil menuangkan kembali teh ke dalam cangkirku yang sudah kosong. “Dan kau tahu apa lagi Ko, aku sedikit bosan dengan suasana teratur di […]

ORANG MISKIN DILARANG BLA…BLA…BLA….

ORANG MISKIN DILARANG BLA…BLA…BLA….

Subagio S. Waluyo “Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya? Karena kehabisan minyak dan energi. Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli. Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk belajar matematika. Ia menangis tanpa suara: butiran bensin meleleh dari kelopak matanya. Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah. Ibunya terbaring sakit di rumah. Malu pada guru dan teman-temannya, […]

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (7)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (7)

Subagio S. Waluyo Negara ini negara Satu Nusa Satu Bangsa,bukan negara satu keluarga satu kaya lalu yang lain merana.Negara ini negara Pancasila,bukan negara asusila yang melecehkan negara.Negara ini negara hukum,bukan negara umum bagi yang biasa lalu menjadi khusus bagi penguasa.Negara ini negara hak asasi manusia,bukan negara hak menguasai manusia.Negara ini negara demokratis,bukan negara atheis lalu krisis romantis. (https://www.kompasiana.com/ilmaj/5d3d207e097f364b774db1f2/negara-ini)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (6)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (6)

Subagio S. Waluyo Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat, Sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang… Sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan, Kembalikan Indonesia padaku… […]

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (5)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (5)

Subagio S Waluyo “Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi: `Bila engkau ambil satu jangan engkau ambil dua. Karena satu menggenapkan tapi dua melenyapkan. Sekalipun ganjil terdengar tapi itu penting. Pepatah bukan sekedar  kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang-renang santai ke tepian.” (Dikutip dari Cerpen “Mencari Herman […]

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (4)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (4)

Subagio S. Waluyo Aku terbangun dan mengucek kedua mataku. Ada apa? Pintu rumah kami digedor-gedor. Ayah berjalan ke arah pintu diikuti Mak. Lalu Mae dan Agam, abang dan adikku. Ketika pintu dibuka, tiba-tiba saja Ayah diseret keluar, juga Agam dan Mae! Beberapa orang mengangkat Mak dan membawanya pergi! Sebelum aku berteriak, beberapa tangan kekar merobek-robek bajuku! Aku meronta-ronta. Kudengar Ayah […]

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (3)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (3)

Subagio S. Waluyo Hidupku akan terus bergulir. Meski di Malam Tahun Baru lalu, hidupku serasa telah berakhir. Aku meratapi hubunganku yang kandas. Aku meratapi Edo yang kini terbaring di dalam tanah. Aku tak bisa menghapus kenangan ketika ia  memelukku. Ia anak kecil yang tak berdaya meminta perlindungan orang tua. Meminta perlindungan terhadap ayahnya sendiri. (dikutip dari Novel Pintu Terlarang/Sekar Ayu Asmara) 

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (1)

SASTRA DAN MASALAH SOSIAL (1)

Subagio S. Waluyo Perubahan tidak berasal dari alam, tetapi dari kesadaran manusia dan masyarakat itu sendiri. Perubahan tidak hanya terjadi pada individu-individu melainkan pada seluruh masyarakat. Masalah sosial, seperti kemiskinan bagi sastrawan di negeri ini (bahkan di seluruh dunia) kerap mengangkatnya sebagai masalah yang menarik untuk dijadikan objek tulisannya. Boleh dikatakan masalah yang satu ini tidak pernah orang bosan untuk […]

WhatsApp chat