Bahasa dan Sastra

ANTOLOGI CERPEN KORAN REPUBLIKA

Subagio S.Waluyo (ed.)

Karya sastra yang paling mudah dicerna adalah cerpen. Meskipun terkadang sering juga ada orang yang gagal paham isi sebuah cerpen, mungkin jalan ceritanya yang penuh dengan imajinasi atau banyak ungkapan klise yang sulit dicerna, cerpen jelas menyajikan sebuah karya sastra yang memang bisa dinikmati sambil menunggu waktu yang singkat entah orang di terminal bus, stasiun KA, atau di bandara. Jadi, cerpen memang menyajikan jalan cerita yang demikian singkat (cerpen paling panjang sepuluh halaman, kalau ada yang lebih dari itu hanya sebuah pengecualian). Saking singkatnya hanya butuh beberapa menit selesai sudah orang membacanya. Harap diingat sebuah cerpen yang bermuatan karya sastra memang singkat mengungkap sebuah kehidupan, tapi di sana juga banyak berisikan renungan-renungan memaknai arti sebuah kehidupan. Agar tidak berpanjang kalam, silakan saja klik judul-judul cerpen berikut ini. Cerpen-cerpen di bawah ini semoga bermanfaat. Salam takzim dari Subagio S.Waluyo (pemerhati sastra).   

  1. A. Makmur Makka-Suara Muazin dari Menara
  2. Abdul Rahim-Benih Padi Terakhir
  3. AJ Hara-Mimpi Seorang Istri
  4. AJ Hara-Pulang 
  5. Akmal Nasery Basral-Putik Safron di Sayap Izrail
  6. Alfa Anisa-Lelaki Tua yang Takzim ke Mbah Yai
  7. Aksin Taksin Embe-Malam Minggu yang Sia-Sia
  8. AM Lilik Agung-Tentang Amira
  9. Dian Nangin-Angin Berkabar Hujan
  10. Edy Firmansyah-Perburuan Celurit Api
  11. Eko Darmoko-Setan Kecil di Telingaku
  12. Gol A Gong-Jasmine
  13. Gunoto Saparie-Ulang Tahun Ibu
  14. Herta Widya-Kampung Tubuh Manusia
  15. Insan Budi Maulana-Yang Mulia (Gejolak Batin Sang Hakim)
  16. Irwan Kelana-Paris, Salju, dan Gerimis
  17. Isbedy Setiawan ZS-Perempuan yang Patut Kusayangi
  18. Ismalinar-Si Kribo
  19. Isti Rahmawati-Sambar Terasi
  20. Karta Raharja Ucu-Bunga Krisan untuk Ibu
  21. Karta Raharja Ucu-Senyummu Seperti Sebongkah Gula Batu
  22. Maya Sandita-Amak Berpulang
  23. Muhammad Sadji-Anjing Tetanggaku Bernama Tobo
  24. Muhammad Sadji-Corona
  25. Nilla A Asrudian-Orang-Orang Jatuh
  26. Ratna Ning-Laki-Laki Bermata Dingin
  27. Silmi Afkarina Hanum-Bingkisan yang Tertukar
  28. Umi Kulsum-Viral
  29. Wildan Pradistya Putra-Setelah Dibawa ke Ruangan Besar
  30. Zahrah Muzdalifah-Ini bukan Impian Zahra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat